8 Kebohongan Seorang Ibu

January 7, 2009

Delapan kebohongan seorang Ibu

Posted 14-05-2008 at 10:18 AM by azhuramasda
http://usa.kaskus.us/blog.php?b=886 <!– | Permalink–>

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.


Harga Waktu itu MAHAL !!

January 7, 2009

….. Tiba-tiba inget sama Quotes dari salah seorang guru B. Indonesia  waktu duduk di Bangku SMA dulu, maunya denger langsung dari beliau … Huuff… Miris ma Bangsa Indonesia yang udah ga bisa ngehargain waktu. Hopely tulisan yang aku ambil dari Quotes seorang Guru bisa bikin smua orang tau tentang harga waktu itu ternyta MAHAL… percaya ngga ? ..

Untuk menghargai harga 1 tahun…
tanyakan kepada seorang siswa yang tidak naik kelas.

Untuk menghargai harga 1 bulan…
tanyakan kepada seorang ibu yang baru saja melahirkan bayi prematur.

Untuk menghargai harga 1 minggu…
tanyakan kepada seorang editor majalah mingguan.

Untuk menghargai harga 1 hari…
tanyakan kepada seorang wartawan koran harian.

Untuk menyadari berapa harga 1 jam….
tanyakan kepada seorang yang sedang menunggu kekasihnya

Untuk menyadari berapa harga 1 menit….
tanyakan kepada seorang yang tertinggal kereta

Untuk menyadari berapa harga 1 detik….
tanyakan kepada seorang yang baru saja terhindar dari kecelakaan maut.

Untuk menyadari berapa harga 1 milidetik….
tanyakan kepada seorang atlit yang meraih medali perak

Untuk menghargai harga sepersekian detik…
tanyakan kepada pembalap yang baru saja kalah tipis dari lawannya.

…………………………………………………………………………………………………


Cerita sebelum dari Sesudah

December 31, 2008

Mereka tertawa seolah aku tak merasakan apa-apa,….

Read the rest of this entry »


PUISI Chairil Anwar

December 31, 2008

Mungkin ada yang ngga kenal sama Adolf Hitler ?? Ernesto Guevara (Che Guevara) ?? tapi Chairil Anwar bangsa ini Wajib Kenal,, terkenal dengan Puisi AKU,, Read the rest of this entry »


Beri 1 Kata satu tentang ku,,

December 24, 2008

“Beri 1 Kata, Hanya SATU KATA tentang aku !!!! “


Download Snoopy Pages

December 17, 2008

Snoopy Friendster CSS Layout !! Avaible Here (Dedicated to N****)

DOWNLOAD SNOOPY PAGES HERE !!

1. Copy Code 

2. Paste Into Your Friendster CSS Box  

css-customes-place


From my suhendra@************.co.id

December 17, 2008

Email ini aku terima Tanggal 17 Dec 2008 dari salah seorang sahabat di Bandung..

First Message :

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.

Read the rest of this entry »


Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh . . .

December 7, 2008

Standing Applause Buat Mba Dewi!!!!

Ksatria jatuh cinta pada putri bungsu dari kerajaan bidadari.
Sang putri naik ke langit.
Ksatria kebingungan.
Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang.
Tapi tidak tahu caranya terbang.
Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu.
Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon.
Ksatria belajar pada burung gereja.
Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai diatas menara.
Ksatria kemudian berguru pada burung elang.
Burung elang hanya mampu membawanya sampai puncak gunung.
Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebuh tinggi lagi.
Ksatria sedih, tapi tetap tidak putus asa.
Ksatria memohon pada angin.
Angin mengajarinya terbang mengitari bumi.
Lebih tinggi dari gunung dan awan.
Namun sang putri masih jauh di awang-awang,
Dan tak ada angin yang mampu menusuk langit.
Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa.
Sampai satu malam ada bintang jatuh
Yang berhenti mendengar tangis dukanya.
Ia meanawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya.

Ia relakan seluruh kepercayaannya pada bintang
Jatuh menjadi sebuah nyawa.
Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang mematikan.
Bintang jatuh menggenggam tangannya.
? inilah perjalanan sebuah cinta sejati,? ia berbisik,
? tutuplah matamu Ksatria. Katakan untuk berhenti jika hatimu
merasakan keberadaan sang puteri.?
Melesatlah mereka berdua.
Dingin yang tak terhingga terasa merobek Ksatria mungil,
Namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta.
Dan ia merasakannya ?.. ? Berhenti! ?
Bintang jatuh melongok ke bawah,
Dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian.
Bersinar bagaikan orion di tengah kelamnya galaksi.
Ia pun jatuh hati.
Dilepaskannya genggaman itu.
Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya.
Ksatria melesat menuju kehancuran.
Sementara sang bintang turun
Untuk dapatkan Sang Puteri.
Ksatria yang malang.
Sebagai balasannya di langit kutub dilukiskan aurora.
Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria.


IPv6 Mulai Dilirik . .

November 17, 2008

Ngutip dari:

http://tekno.kompas.com/read/xml/2008/05/26/22123796/alamat.internet.dunia.diperkirakan.habis.tahun.2011

JAKARTA, KAMIS – Semakin terbatasnya jumlah ketersediaan sistem pengalamatan jaringan internet IPV4 (internet protocol versi 4) membuat Department Komunikasi dan Informasi mulai melirik keberadaan IPV6 yang menyediakan sistem pengalamatan yang lebih besar dan banyak.

Menurut Kepala bagian umum dan Humas Depkominfo irektorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Gatot S Dewa Broto, sistem IPV4 yang digunakan sejak 1983 mempunyai ketersediaan IP sekitar 4 miliar.

“Namun, dari data yang saya terima dari IANA (salah satu lembaga pengelola alamat IP) jumlah ketersediaan alamat IP saat ini tinggal 700 juta,” ujar Gatot di JAkarta Kamis (30/10).

Gatot melanjutkan, jumlah tersebut amatlah riskan, melihat pertumbuhan dan penggunaan internet di Indonesia saat ini. “Apalagi, sejak tahun 2006 sudah dibangun jaringan internet pendidikan, di mana pada tahun 2012 ditargetkan dapat menghubungkan 30 juta siswa ke internet,” sebutnya.

Selain itu, kata Gatot, aplikasi bisnis, pemerintahan, dan layanan mobile juga akan banyak membutuhkan alamat IP. “Karena pemanfaatan sumber daya internet seperti domain dan IP akan bergeser dari institusi menjadi individual. Serta dari perkantoran juga sekolah beralih ke rumah dan ke layanan mobile,” terangnya.

Karenanya pada 2010, jelas Gatot, jaringan fiber optik proyek Palapa RING dapat diselesaikan, untuk menunjang pengaplikasian IPV6 yang dapat beroperasi untuk menghubungkan 465 kota di Indonesia dengan jumlah total kapasitasmencapai 600 GBPS.