Section 2

BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini dijelaskan tentang permasalahan, jaringan komputer dan sistem keamanan, perangkat keras dan infrastruktur yang digunakan serta perangkat lunak yang digunakan dalam skripsi ini.

2.1 Teori Tentang Permasalahan

Pada bab ini penulis akan menjelaskan beberapa teori yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi sebagai tolak ukur untuk memecahkan masalah yang ada yang dituangkan dalam jaringan komputer terutama tentang pemakaian Internet Protocol version 6 (IPv6) serta aktivitas administrator dalam melakukan pemantauan jaringan.

2.1.1 Pengertian Koneksi

Pada dasarnya pengertian interkoneksi adalah adannya keterhubungan antara satu objek dengan objek yang lain sehingga terjadi komunikasi. Menurut Kamus Komputer karang Jack Febrian pengertian dari Koneksi atau connection adalah “Link antara dua entiti. Koneksi dapat terjadi antara host, antara program-program yang berjalan atas host, serta antara program yang berjalan atas host yang sama (di antara entiti-entiti pada lapisan jaringan berbeda)”(5,245).

2.1.2 Pengertian Monitoring Jaringan

Kondisi jaringan dapat diibaratkan seperti keadaan lalu lintas dijalan raya. Terkadang lengang atau juga dapat ramai. Bagi seorang pengguna jaringan atau orang yang bertindak sebagai end-user terkadang tidak memperdulikan hal tersebut namun bagi seorang administrator jaringan hal tersebut sangat diperlukan karena monitoring jaringan berguna untuk mengetahui keadaan jaringan yang dikelola. Menurut situs http://www.beritanet.com/Literature/Kamus-Jargon/network-monitoring.html pengertian network monitoring adalah “Network Monitoring atau Sistem Pemantau Jaringan adalah aplikasi program yang dipergunakan untuk mengetahui ada tidaknya celah keamanan dalam suatu system.”(4,1). Dengan melakukan monitoring pada jaringan selain untuk melihat aktivitas yang terjadi kegiatan ini juga berguna untuk mengetahui celah keamanan dari suatu sistem jaringan.

2.1.3 Transmission Control Protocol/Internet Protokol (TCP/IP)

Protokol Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TPC/IP) merupakan protokol yang didesain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada jaringan komputer yang masing-masing protokol bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari komunikasi data. Sehingga dengan demikian tugas masing-masing protokol lebih jelas dan sederhana, protokol yang satu tidak perlu mengetahui cara kerja protokol yang lain selama protokol tersebut masih dapat saling melakukan proses mengirim dan menerima data.

Pengertian protokol sendiri dalam Kamus Komputer yang dikarang oleh Jack Febrian adalah Merupakan kumpulan dari aturan-aturan yang berhubungan dengan komunikasi data antara alat-alat komunikasi supaya komunikasi data dapat dilakukan dengan benar.”(5,343).

Sedangkan Internet protokol dapat dikatakan sebagai identitas dari pemakai internet, sehingga antara satu alamat dengan alamat yang lain tidak boleh sama. Namun sesungguhnya alamat IP tersebut bukan merujuk kepada komputer, karena yang menjadi identitas sebuah komputer pada jaringan merupakan alamat yang dipasangkan pada sebuah Interface atau Ethernet Card yang ada pada komputer. Sehingga ini menyebabkan jika terdapat 2 (dua) interfaces / ethernet dalam satu komputer, maka diperlukan dua buah alamat yang berbeda untuk masing-masing Card. Jika disimpulkan protocol TCP/IP adalah salah satu jeni protocol yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dengan suatu standar yang telah ditentukan. Protokol TCP/IP ini menjadi fleksibel dan dapat di implementasikan dengan mudah di berbagai platform komputer dan interface jaringan, karena sebagian besar protokol ini tidak spesifik terhadap satu jenis komputer dan interface jaringan. Sekumpulan protokol TPC/IP dimodelkan dalam empat Layer/Lapisan TPC/IP. TCP/IP terdiri atas empat lapis kumpulan protol yang bertingkat. Keempat lapisan tersebut adalah :

1. Network interface Layer, pada model OSI dapat merupakan gabungan dari layer-layer Physical, dan Data Link . Lapisan ini bertanggung jawab mengirim dan menerima data ke/dari media fisik. Media fisik dapat berupa kabel, serat optic, atau gelombang radio, sehingga lapisan ini harus mampu menerjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang dimengerti computer, yang berasal dari komputer lain.

2. Internet Layer, pada mode OSI sama dengan Network Layer. Protokol pada lapisan ini bertanggung jawab dalam proses pengiriman data ke alamat yang tepat.

3. Transport Layer, protokol di lapisan ini bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antar dua komputer. Protokol tersebut adalah TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol).

4. Application Layer, sama dengan model OSI, untuk session layer dan presentation layer karena dirasa tidak diperlukan kembali / manfaatnya sedikit maka keduanya tidak dipakai lagi. pada lapisan ini terletak semua aplikasi atau protocol-protokol tingkat tinggi yang menggunakan protocol TCP/IP.

Dalam TCP/IP, terjadi penyampaian data dari protokol yang berbeda pada Lapisan yang lain. Jika suatu protokol menerima data dari protokol lain di Layer atasnya, protokol tersebut akan menambahkan informasi tambahan miliknya ke data tersebut. Informasi ini memiliki fungsi yang sesuai dengan fungsi protokol tersebut. Setelah itu, data ini diteruskan lagi ke protokol pada Layer dibawahnya. Hal sebaliknya terjadi jika suatu protokol menerima data dari protokol lain yang berada di bawahnya. Jika data ini dianggap valid, maka protokol akan melepas data tambahan tersebut, untuk kemudian meneruskan data ke protokol lain yang berada pada Layer di atasnya.

Keunggulan TCP/IP :

· Open Protokol Standard

Independent terhadap perangkat keras komputer, system operasi, dll. Ideal untuk menyatukan mesin-mesin dengan perangkat keras dan lunak yang berbeda walaupun tidak terhubung ke internet.

· Tidak tergantung pada perangkat keras jaringan tertentu, sehingga TCP/IP cocok untuk berbagai macam jaringan, misal Ethernet ,ring, dial-up,line, x-25 dan lain-lain.

· Cara Pengalamatan bersama

Memungkinkan device TCP/IP mengidentifikasi secara unik device yang lain di seluruh jaringan walaupun ia merupakan jaringan global (dunia).

Protokol level tinggi yang distandarkan untuk konsistensi sehingga menyediakan servis user yang luas.

2.1.3.1 Internet Protokol Versi 4 (IPv4)

Pada awal perkembangan internet digunakan IPv4 yang penggunaanya masih dirasakan sampai sekarang. Alamat IPv4 merupakan sistem pengalamatan pada jaringan yang direpresentesikan dengan sederetan angaka berupa kombinasi 4 (empat) deret bilangan antara nol sampai dengan 255 (dua ratus lima puluh lima).

Pada awalnya IPv4 merupakan bilangan 32 bit yang terbagi menjadi empat segmen , sehingga masing-masing segmen memiliki sederet bilangan biner berjumlah delapan bit yang masing-masing segmen dipisahkan oleh tanda titik (.). Kemudian dari bilangan biner tersebut dikonversikan menggunakan bilangan desimal. Akan tetapi dari 32 bit tersebut tidak semuanya bisa digunakan diantaranya adalah alamat yang isinya hanya angka nol atau satu (0.0.0.0) karena alamat tersebut digunakan untuk jaringan yang tidak dikenal dan alamat yang merupakan kombinasi angka 255 semua (255.255.255.255), karena alamat tersebut digunakan sebagai alamat (Broadcast). Adapun format alamat IPv4 terdiri dari dua bagian, Network-ID (Net-ID merupakan bagian dari alamat IP yang berfungsi untuk menunjukkan jaringan tempat komputer berada) dan Host-ID {host-ID merupakan bagian dari alamat IP yang menunjukkan alamat lokal / komputernya (local, router)}.

IPv4 memiliki kelas masing-masing disesuaikan dengan besar kecilnya Network yang terpasang, yaitu meliputi Network ID dan Host ID dari suatu IP address. Secara garis besar dibagi kedalam lima kelas yaitu kelas A, B, C, D dan E , akan tetapi pada kesempatan kali ini penulis hanya akan memberikan penjelasan tiga kelas IP saja yaitu kelas A, B dan C sedangkan kelas D dan E digunakan untuk keperluan multicasting dan keperluan eksperimental.

· Kelas A

Kelas A hanya menggunakan octet pertama untuk menunjukan ID jaringan dan menggunakan tiga octet yang lain untuk menunjukan ID Host. Bit pertama dari oktet pertama pada kelas ini selalu diset menjadi 0 (Nol). Karena bit pertama selalu diset 0, maka 7 bit sisanya menunjukan ID jaringan. 7 bit ini memungkinkan adanya 127 alamat jaringan sehingga kelas A mempunyai 126 alamat yang tersedia. 24 bit sisanya disediakan untuk penggunaan ID Host dari alamat.16.777.214 atau ( 224 ) Host per jaringan. Karena kelas address ini menyediakan banyak ID Host per jaringan, maka penggunaan kelas A di peruntukan bagi perusahaan yang membutuhkan penyediaan akses Host dalam jumlah sangat besar.

· Kelas B

Kelas B menggunakan oktet pertama dan kedua untuk menentukan ID jaringan serta dua oktet berikutnya untuk ID Host. Dua bit pertama dari oktet pertama pada kelas ini selalu diset menjadi 1-0 ( Satu-Nol ). Karena dua bit pertama diset menjadi 1-0, maka 14 bit sisanya menunjukan ID jaringan. 14 bit sisanya menyediakan 16.384 alamat jaringan. 16 bit sisanya digunakan untuk menyediakan ID Host. Kelas B menyediakan 65.534 (216 ) – 2 Host per jaringan. Kelas B disediakan untuk jaringan berskala menengah sampai besar.

· Kelas C

Kelas C menggunakan tiga oktet pertama untuk menentukan ID jaringan, sedangkan satu oktet sisanya untuk ID Host. Tiga bit pertama dari oktet pertama pada alamat kelas ini selalu di set menjadi 1-1-0 (satu-satu-nol). Karena tiga bit pertama di set menjadi 1-1-0 maka 21 bit sisanya menunjukan ID jaringan. 21 bit menyediakan 3.097.152 alamat jaringan, 8 bit sisanya disediakan untuk penggunaan ID Host dari alamat. Tersedia 254 (28 ) – 2 Host per jaringan. Kelas address diperuntukan bagi jaringan kecil yang hanya memerlukan nomor Host dalam jumlah terbatas.

2.1.3.2 Internet Protokol Versi 6 (IPv6)

Internet Protokol versi 6 (IPv6) terkadang disebut dengan nama Next Generation Internet Protocol merupakan protokol dari hasil pengembangan IPv4. penggunaan IPv6 kali pertama direkomendasikan pada tanggal 25 Juli di Toronto pada saat pertemuan Internet Engineering Task Force(IETF). Perancangan IPv6 dilatarbelakangi oleh keterbatasan pengalamatan pada IP versi sebelumnya yaitu IPv4 yang saat ini memiliki panjang 32 bit dan dirasa tidak dapat menangani seluruh pengguna internet dimasa depan akibat dari pertumbuhan jaringan khususnya internet. Menurut situs http://www.economist.com/science/tq/ displaystory.cfm?story_id=11482493 mengatakan bahwa saat ini pengunaan IPv4 di jaringan internet mendekati nilai 85% dan jika perkembangan ini terus berlanjut, akan menyebabkan persediaan IPv4 akan habis pada tahun 2011.

Untuk format penulisan IPv6, address sepanjang 128 bit dibagi ke dalam 8 bagian masing-masing bagian dikonversi ke 4-digit nomor heksadesimal dan dipisahkan denga tanda titik-dua( : ) untuk tiap bagian, sedangkan panjang prefix(0-128) dipisahkan dengan tanda( / ).

IPv6 memiliki beberapa fitur dibandingkan dengan IPv4. adapun fitur yang terdapat pada IPv6 adalah :

1. Otomatisasi berbagai setting , Alamat pada IPv4 pada dasarnya statis terhadap host. Biasanya diberikan secara berurut pada host. Saat ini hal tersebut bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), tetapi hal tersebut pada IPv4 merupakan fungsi tambahan saja, sebaliknya pada IPv6 fungsi untuk men-setting secara otomatis disediakan secara standar . Pada setting otomatis ini terdapat dua cara tergantung dari penggunaan address, yaitu setting otomatis stateless (tidak perlu menyediakan server untuk pengelolaan dan pembagian IP address) dan statefull (diperlukan server untuk pengelolaan keadaan IP address).

2. Format header baru,

Header IPv6 memiliki format baru yang dirancang untuk menjaga overhead header ke nilai minimum. Hal ini diwujudkan dengan memindahkan field-field opsional dan non-esensial ke extension header yang ditempatkan setelah header IPv6 itu sendiri. Sehingga membuat lebih efisien diproses pada router-router perantara.

3. Ruang alamat IP yang besar ,

Alamat IPv6 memiliki ukuran 128 bit, baik alamat sumber maupun alamat tujuan. Meskipun dengan ukuran 128 bit dapat memberikan peluang kombinasi sebanyak 3,4×1038 , ruang alamat IPv6 telah dirancang untuk mengizinkan multi-level subnetting dan alokasi alamat dari suatu backbone Internet ke subnet-subnet individual dalam sebuah organisasi. Dengan begitu besarnya jumlah alamat yang tersedia, teknik-teknik konversi alamat seperti NAT menjadi tidak dibutuhkan.

4. Dukungan keamanan yang built-in,

Suite protocol IPv6 memberikan dukungan penuh untuk IPSec. Fitur ini menawarkan solusi yang reliable untuk keamanan jaringan, dan menjamin interoperability di antara implementasi-implementasi IPv6 berbeda.

5. Dukungan QoS yang lebih baik,

Field-field baru dalam header IPv6 menetapkan bagaimana trafik-trafik ditangani dan diidentifikasi sehinggan dukungan QoS mudah diwujudkan.

6. Protokol baru (neighboring node),

Merupakan sebuah seri pesan-pesan internet control message protocol for IPv6 (ICMPv6) yang berperan mengelola interaksi-interaksi di antara node-node neighbor (neighboring nodes) atau node-node dalam link yang sama.

7. Ekstensibilitas,

IPv6 dapat mudah memperluas fitur-fitur barunya dengan cara menambahkan header-header tambahan (extension header) setelah header IPv6 utama. Selain adanya fitur-fitur baru, IPv6 juga dirancang untuk memperbaiki perbaikan terhadap struktur header pada IPv4, dimana ada field-field pada IPv4 yang dibuang dan beberapa lainnya digantika dengan field baru, diantaranya :

1. Header Length

Field Header Length dibuang karena tidak berperan lagi dalam header dengan ukuran panjang tetap.

2. Identification, Flags, dan Fragment Offset

Field Identification, Flags, dan Fragment Offset (dalam IPv4 header) ketiganya berperan dalam fragmentasi paket, dimana paket yang dikirimkan dibagi menjadi potongan-potongan kecil, namun jika ternyata salah satu paket mengalami error, keseluruhan transmisi harus dibentuk ulang. Pada IPv6, penanganan seperti ini dilakukan host-host dengan mempelajari dengan mempelajari ukuran Path Maximum Transmission Unit (MTU) melalui prosedur yang dinamakan Path MTU Discovery.

3. Header Checksum

Field Header Checksum dihapus untuk meningkatkan kecepatan.

4. Type of Service

Field Type of Service digantikan dengan TrafficClass. Field Type of Service ini digunakan untuk merepresentasikan tipe layanan bersangkutan, reabilitasnya, waktu ­delay , atau keamanan.

Secara umum karakteristik model pengalamatan pada IPv6 memiliki dasar yang sama dengan pengalamatan IPv4. Berikut adalah karakteristik model dari pengalamatan dari IPv6:

1. Fungsi inti dari pengalamatan

Dua fungsi utama dari pengalamatan adalah network interface identification dan routing. Routing merupakan suatu kemudahan untuk melakukan proses struktur dari pengalamatan pada internework.

2. Pengalamatan Layer jaringan

Pengalamatan IPv6 masih berhubungan satu dengan lainnya dengan network layer pada jaringan TCP/IP dan langsung dari alamat data link layer.

3. Jumlah pengalamatan IP per device (alat)

Pengalamatan biasanya digunakan untuk menandai perangkat jaringan , sehingga setiap computer yang terhuung biasanya akan memiliki satu alamat, dan router memiliki lebih dari satu alamat untuk masing-masing physical Network yang terhubung.

4. Address interpretation and prefix representation

Alamat IPv6 memiliki kesamaan kelas dengan alamat IPv4 dimana masing-masing memiliki bagian network identifier dan bagian host identifier.

5. Alamat Publik dan Privat

Kedua tipe dari alamat tersebut terdapat pada IPv6, walaupun kedua tipe tersebut di definisikan dan digunakan untuk keperluan yang berbeda.

Seperti diketahui sebelumnya, IPv6 diciptakan untuk menangani masalah-masalah yang terdapat pada IP, akan tetapi perubahan dan penambahan pada IPv6 tersebut dibuat tanpa melakukan perubahan pada inti sebenarnyadari IP itu sendiri. Pengalamatan merupakan perubahan yang mencolok yang dapat dilihat dari perbedaan antara IPv6 dengan IPv4, akan tetapi perubahan tersebut merupakan hal bagaimana pengalamatan tersebut diimplementasikan dan digunakan. Salah satu perubahan penting yang terdapat pada model pengalamatan dari IPv6 adalah tipe alamat yang didukungnya. Pada IPv4 hanya mendukung tiga tipe alamat seperti unicat, multicast dan broadcast dengan actual traffic yang paling banyak digunakan adalah alamat unicast. Pada IPv6 juga memiliki tiga tipe alamat seperti IPv4 hanya saja dengan beberapa perubahan , yaitu unicast, multicast dan anycast. Selain itu IPv6 juga memiliki satu tipe alamat lagi yang digunakan untuk keperluan dimasa yang akan dating yang dinamakan dengan reserved.

1. Alamat Unicast

Alamat ini digunakan untuk komunikasi satu lawan satu dengan menunjuk satu host. Alamat unicast terbagi menjadi empat bagian yaitu :

a. Alamat Global. Alamat yang digunakan misalnya untuk keperluan alamat geografis.

b. Alamat Link Local adalah alamat yang dipakai dalam satu link.

c. Site Local, yaitu alamat yang setara dengan alamat private, yang dipakai terbatas didalam site saja. Alamat ini dapat diberikan bebas namun memiliki cirri khas unik didalam site tersebut serta alamat ini tidak dapat mengirimkan paket dengan tujuan alamat diluar dari site tersebut.

d. Compatible.

2. Alamat Multicast

Alamat ini digunakan untuk komunikasi satu lawan banyak dengan menunjuk host dari group. Alamat multicast pada IPv4 didefinisikan sebagai kelas D, sedangkan pada IPv6 ruang yang 8 bit pertamanya dimulai denga “FF” disediakan untuk alamat multicast.

3. Alamat Anycast

Alamat ini digunakan ketika suatu paket harus dikirimkan ke beberapa anggota dari grup dan bukan mengirimkan ke seluruh anggota dari grup atau dapat dikatakan menunjuk host dari group.

Semakin panjang alamat IP maka semakin banyak ruang alamat yang tersedia untuk pemakainya. Seperti yang telah diketahui bahwa jumlah alamat IPv4 tergolong sangat kecil untuk mendukung teknologi internet dimasa yang akan datang dimana hal ini merupakan implikasi dari bagaimana alamat internet tersebut digunakan. Pada IPv4 , alamat IP memiliki panjang 32 bit yang dibagi menjadi 4 bagian octet yang masing-masing octet terdiri dari delapan bit. Sehingga jika diasumsikan semua alamat digunakan seluruhnya, maka jumlah alamat yang tersedia sebanyak 232 atau sama dengan 4.294.967.296 alamat. Berbeda dengan IPv6 yang menggunakan ukuran sebesar 128 bit yang dibagi menjadi delapan blok 16-bit. Sama seperti IPv4, jika diasumsikan semua alamat digunakan seluruhnya maka maka jumlah yang didapat 3,4 x 1038. Perubahan yang lain terdapat pada penulisan alamat IP, dimana telah diketahui bahwa alamat IPv4 direpresentasikan dalam format dotted-decimal (untuk gambar lihat pada lampiran).

Untuk IPv6, alamat sebesar 128 bit dibagi kedalam delapan blok 16 bit, dimana masing-masing blok dikonversi ke empat digit nomor heksadesimal dan dipisahkan dengan tanda titik dua (“:”) . hasil representasi dinamakan dengan colon-hexadecimal (untuk gambar lihat pada lampiran)..

Pada pengalamatan IPv6, ada suatu teknik lain yang bisa digunakan untuk memperpendek penulisan alamat IPv6 setelah melalui notasi heksadesimal. Teknik tersebut dinamakan kompresi nol (zero compression). Dengan teknik ini dimungkinkan untuk mengganti bilangan heksadesimal yang merepresentasikan nol kedalam dua karakter titik dua (“::”).

Gambar 2.1. Kompresi Nol alamat IPv6

Dari gambar diatas jika diasumsikan dimana setiap 16 bit sebagai 1 word dapat dilihat bahwa penggunaan double colons digunakan untuk menggantikan 4 word heksadesimal pada alamat IPv6 dari total keseluruhan adalah 128 bit atau 8 word. Untuk menghindari kerancuan dalam menggunakan metoda tersebut, maka penggunaan double colons hanya dapat digunakan satu kali pada satu alamat IPv6, hal ini dikarenakan apabila menggunakan lebih dari satu double colons maka akan membingungkan untuk mengetahui berapa jumlah string nol yang digantikan.

Tabel 2.1. Penggunaan Alternatif Kompresi Nol

Alamat IP

:

2002:ca78:7801:0:0:2002:0:0

Alternatif Kompresi Nol yang benar

:

2002:ca78:7801::2002:0:0

atau

2002:ca78:7801:0:0:2002::

Alternatif Kompresi Nol yang salah

:

2002:ca78:7801::2002::

Selain dua teknik sebelumnya, terdapat satu teknik lagi yang merupakan salah satu satu untuk menggabungkan pengalamatan IPv6 seperti terlihat menyerupai pengalamatan pada IPv4. teknik ini menggabungkan 96 bit pertama dari alamat IPv6 yang menggunakan notasi heksadesimal serta titik dua dengan 32 bit terakhir yang menggunakan notasi dotted decimal. (untuk gambar lihat pada lampiran)

Sebagai contoh dengan menggunakan notasi gabungan, maka alamat IPv6 menjadi 2002:ca78:7801::2002:202.120.120.

Sama halnya dengan kelas alamat IPv4., alamat IPv6 dibagi menjadi jumlah bit network identifier diikuti dengan jumlah bit host identifier. Prefix pada IPv6 merupakan sebutan dari network identifier, sedangkan prefix length merupakan banyaknya bit angka yang digunakan. Prefix biasanya direpresentasikan dengan penambahan karakter garis miring setelah alamat IPv6. metode tersebut sama digunakan pada penambahan prefix pada IPv4.

2.2 Teori Jaringan Komputer

Pada sub bab ini menjelaskan mengenai teori jaringan komputer beserta sistem keamanan yang berfokus hanya pada permasalahan yang terkait langsung.

2.2.1 Pengertian Jaringan Komputer

Pada zaman komputer kali pertama diciptakan , komputer masih merupakan barang yang dinilai sangat mewah , sehingga masih sangat jarang ada lembaga adtau universitas yang memiliki komputer lebih dari satu buah . Namur dengan berjalannya waktu , komputer menjadi lebih umum sehingga beberapa lembaga mulai dapat memiliki lebih dari satu komputer.

Masalah mulai timbul ketika dibutuhkan pertukaran data antara komputer tersebut, karena pada awalnya pertukaran data dilakukan melalui media tape , disket atau media lainnya yang dipindahkan dari satu komputer ke komputer lain . Sehingga untuk memecahkan masalah tersebut diciptakan jaringan yang dapat menghubungkan komputer dengan komputer lain . Selain masalah pada pertukaran data jaringan komputer dapat memecahkan masalah komunikasi , dimana manusia dapat saling berkomunikasi satu sama lain meskipun dalam jarak yang jauh serta masalah pada penggunaan sumber daya secara bersamaan. Menurut Budi Sutedjo Darma Oetomo, S.Kom., MM pada bukunya yang berjudul Konsep dan Perancangan Jaringan Komputer menerangkan jaringan komputer adalah :

“sekelompok komputer otonom yang dihubungkan satu dengan yang lainnya dengan menggunakaan protokol komunikasi melalui media transmisi atau media komunikasi sehingga dapat saling berbagi infomasi , program-program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer , harddisk , dan sebagainya.”(3,8).

Dengan demikian pengertian jaringan komputer adalah suatu kumpulan atau beberapa komputer yang dihubungkan sehingga dapat berkomunikasi dan saling bertukar data dengan waktu yang singkat serta dapat menggunakan sumber daya secara bersama-sama . Dengan melihat pada pengertian diatas mengenai jaringan komputer , maka dapat disimpulkan beberapa manfaat dari jaringan komputer :

  • Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien.
  • Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap handal dan up to date.
  • Jaringan memungkinkan penyampaian lebih terpadu.
  • Jaringan memungkinkan kelompok kerja berkomunikasi lebih efisien.
  • Keamanan data lebih terjamin.
  • Menghemat biaya pemeliharaan.

2.2.2 Jenis-Jenis Jaringan Komputer

Dalam membangun suatu jaringan komputer diketahui terdapat beberapa jenis jaringan yaitu Multicomputer, LAN (Local Area Network) , MAN (Metropolitan Are Network) , WAN (Wide Area Network) dan Internet . Untuk tugas akhir ini jenis jaringan yang dipakai adalah LAN (Local Area Network).

1. Multicomputer

Jenis jaringan ini merupakan system yang berkomunikasi dengan cara mengirim pesan melalui bus pendek dan sangat cepat.

2. LAN (Local Area Network)

LAN adalah suatu jaringan yang menghubungkan beberapa computer dalam suatu local area. Pada umumnya digunakan di dalam rumah, perkantoran, perindustrian, universitas atau akademik, rumah sakit dan daerah yang sejenis. LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan. LAN seringkali menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal. Secara garis besar, LAN adalah sebuah jaringan komunikasi yang :

§ Bersifat Lokal ( misal, satu gedung atau antar gedung).

§ Dikontrol oleh satu kekuasaan administrative.

§ Pengguna dalam sebuah LAN dianggap dapat dipercaya.

§ Biasanya mempunyai kecepatan yang tinggi dan data dalam semua komputer selalu di sharing.

3. Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana.

4. Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program aplikasi.

5. Internetwork (Internet)

Banyaknya jaringan di dunia ini, seringkali menggunakan pernagkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda . Keinginan kebanyakan orang adalah menggabungkan seluruh jaringan yang ada di dunia , sehingga kebutuhan komunikasi antar computer akan mudah dipenuhi. Internet merupakan kumpulan jaringan yang saling terinterkoneksi, jika system yang dikoneksikan tidak sesuai maka diperlukan mesin gateway untuk keperluan penterjemah agar paket yang dikirim dapat diterima.

2.2.3 Topologi Jaringan Komputer

Topologi adalah cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer yang lainnya sehingga membentuk sebuah jaringan. Menurut Kamus Komputer Topologi adalah “Arsitektur komputer jaringan, atau disebut juga dengan network architecture. Bagaimana suatu jaringan computer disusun sedemikian rupa sehingga mesin lainnya dapat saling terhubung satu dengan lainnya”(. 1,412)

Terdapat jenis topologi pada jaringan yang masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.. Untuk jenis topologi yang dapat digunakan antara lain

1. Topologi Bus

Topologi bus menggunakan sebuah kabel tunggal dimana seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi ini adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan tidak menganggu workstation lain. Sedangkan kelemahan topologi ini bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka seluruh jaringan akan ikut mengalami gangguan.

2. Topologi Ring

Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan. Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu. Sedangkan keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

3. Topologi Star

Topologi ini meruapakan topologi dimana jaringan menggunakan Kontrol terpusat (Hub), semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasiun primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.

Gambar 2.2 Topologi Star

Keuntungan :

· Paling fleksibel.

· Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain.

· Kontrol terpusat.

· Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan.

· Kemudahan pengelolaan jaringan.

Kerugian :

· Boros kabel

· Perlu penanganan khusus

2.2.4 Model Referensi OSI (Open System Interconnection)

Model referensi OSI merupakan model kerangka kerja yang diterima secara global bagi pengembangan standar yang lengkap dan terbuka. Model OSI membantu menciptakan standar terbuka antar system untuk saling berhubungan dan saling berkomunikasi terutama dalam bidang teknologi informasi.

Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh The International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol Internasional yang digunakan pada berbagai Layer .

Model OSI memiliki tujuh Layer. Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh Layer tersebut adalah :

a. Sebuah Layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.

b. Setiap Layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu.

c. Fungsi setiap Layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protocol internasional.

d. Batas-batas Layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.

e. Jumlah Layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu Layer diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah Layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.

Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik, seperti yang dijelaskan dibawah ini :

1. Physical Layer

Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit juga, dan bukan 0 bit. Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah lapisan fisik.

2. Data link Layer

Tugas utama data link Layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan ke Network Layer, data link Layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecag-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte). Kemudian data link Layer mentransmisikan frame tersebut secara berurutan, dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima. Masalah-masalah lainnya yang timbul pada data link Layer (dan juga sebagian besar Layer-Layer di atasnya) adalah mengusahakan kelancaran proses pengiriman data dari pengirim yang cepat ke penerima yang lambat. Mekanisme pengaturan lalu-lintas data harus memungkinkan pengirim mengetahui jumlah ruang buffer yang dimiliki penerima pada suatu saat tertentu.

3. Network Layer

Network Layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Bila pada saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlalu banyak paket, maka ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bottleneck. Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan tugas Network Layer. memungkinkan jaringan-jaringan yang berbeda seperti protocol yang berbeda, pengalamatan dan Arsitektur jaringan yang ber beda untuk saling terinterkoneksi.

4. Transport Layer

Fungsi dasar transport Layer adalah menerima data dari session Layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke Network Layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi Layer-Layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.

5. Session Layer

Session Layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Sebuah session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport Layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin kemesin lainnya.

6. Presentation Layer

Pressentation Layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Pressentation Layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. presentation Layer memperhatikan syntax dan semantik informasi yang dikirimkan contoh layanan pressentation adalah encoding data.

7. Application Layer

Application Layer memiliki fungsi untuk menentukan terminal virtual jaringan abstrak, serhingga editor dan program-program lainnya dapat ditulis agar saling bersesuaian. Untuk menangani setiap jenis terminal, satu bagian software harus ditulis untuk memetakan fungsi terminal virtual jaringan ke terminal sebenarnya. Fungsi Application Layer lainnya adalah pemindahan file. Sistem file yang satu dengan yang lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya. Perpindahan file dari sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda memerlukan penanganan untuk mengatasi adanya ketidak-kompatibelan ini. Tugas appication Layer, seperti pada surat elektronik, remote job entry, directory lookup, dan berbagai fasilitas bertujuan umum dan fasilitas bertujuan khusus lainnya.

Pada skripsi ini penulis menggunakan layer Network, karena Network Layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Bila pada saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlalu banyak paket, maka ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bottleneck. Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan tugas Network Layer. memungkinkan jaringan-jaringan yang berbeda seperti protocol yang berbeda, pengalamatan dan Arsitektur jaringan yang ber beda untuk saling terinterkoneksi.

2.3 Perangkat Keras dan Infrastruktur Yang Digunakan

Pada sub bab ini menjelaskan mengenai perangkat keras dan infrastruktur yang digunakan dalam pembangunan atau pengembangan sistem mail server. Menurut Jack Febrian dalam buku yang berjudul “Kamus Komputer dan Teknologi Informasi” pengertian Hardware adalah “Perangkat keras, suatu alat yang bisa dilihat dan diraba oleh manusia secara langsung, yang mendukung proses komputerisasi”(5,222).

Berikut merupakan perangkat keras (hardware) yang digunakan dalam implementasi monitoring jaringan menggunakan aplikasi IPTraf dan implementasi IPv6:

1. NIC (Network Interface Card), card penghubung PC dengan jaringan sehingga memungkinkan komputer anda untuk terhubung ke dalam sebuah jaringan komputer.

  1. CPU (Central Processing Unit), unit tempat pemrosesan atau biasa disebut otak dari komputer yang memiliki fungsi untuk melakukan proses-proses intruksi program.

  1. Kabel UTP (Unshielded Twister Pair), jalinan kabel yang tidak dilindungi kertas timah hanya ditutupi semacam jaket. Kabel ini merupakan kabel yang diberi warna sesuai kodenya. Biasa digunakan untuk transfer data dan suara pada telepon atau jaringan komputer.

  1. Konektor RJ.45, konektor standar untuk kabel ethernet Cat5.

  1. Monitor, media ouput untuk menampilkan informasi sehingga dapat dibaca dan diketahui.

2.4 Perangkat Lunak yang Digunakan

Pada sub bab ini menjelaskan mengenai pengetahuan perangkat lunak yang digunakan dalam sistem mail server baik berupa operating system maupun tool dan utility software yang digunakan.

2.4.1 Sistem Operasi

Pada sub bab ini menjelaskan mengenai sistem operasi yang digunakan dalam pembangunan atau pengembangan sistem mail server berbasis Postfix, Pengertian sistem operasi menurut Jack Febrian dalam bukunya yang berjudul ”Kamus Komputer dan Teknologi Informasi” adalah perangkat lunak sistem yang mengatur dan mengendalikan perangkat keras dan memberikan kemdahan penggunaan komputer pemakai.

1. Fedora Core 9

Fedora Core merupakan distribusi linux yang posisinya menggantikan RedHat versi gratis yang dihentikan pengembangannya, Fedora Core juga merupakan salah satu hasil dari Fedora Project, Fedora Project sendiri merupakan proyek pengembangan Linux yang dirancang oleh Red Hat dan dikembangkan secara terbuka oleh komunitas pengembang Linux. Fedora Project lahir dari keputusan untuk meleburkan distro RedHat dengan Fedora.

2. RedHat

RedHat merupakan salah satu distribusi linux yang dikembangkan di Amerika. RedHat versi terakhir adalah RedHat9.0 yang dipaket dengan kernel version 2.4.x. RedHat telah menghentikan pengembangan RedHat versi gratis dan mengalihkan untuk versi komersial. Sebagai pengganti disediakan distro baru, yaitu Fedora. RedHat dikenal luas karena kehandalannya dalam menangani server jaringan.

2.4.2 Tools dan Utility

Pada sub bab ini menjelaskan mengenai tools dan utility yang digunakan dalam pembangunan jaringan IPv6 serta monitoring jaringan

2.4.2.1 Kernel versi 2.1.x

Kernel versi 2.1.x merupakan proses inti yang berisi layanan yang disediakan system operasi Linux untuk pemakai. Untuk penggunaan IPv6 pada system operasi Linux , kernel yang digunakan paling rendah menggunakan versi 2.1.x

2.4.2.2 IPTraf

IPTraf adalah perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan aktifitas monitoring jaringan dengan cara menangkap paket-paket yang melintas di jaringan.

2.4.2.3 Unified Modelling Language (UML)

Menurut Sri Dharwiyanti dan Romi Satria Wahyono dari artikel ”Pengantar Unified Modeling Language (UML)” yang dimuat di www.ilmukomputer.com, adalah sebagai berikut:

“Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah ‘bahasa’ yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem.”(8,1).

UML dapat digunakan untuk membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun.

UML merupakan salah satu dari sekian banyak metodologi yang digunakan dalam pemodelan berorientasi objek. UML dikembangkan pada tahun 1994 oleh Booch, Rumbaugh dan Jacobson. tiga tokoh yang boleh dikatakan metodologinya banyak digunakan mempelopori usaha untuk penyatuan metodologi pendesainan berorientasi objek.

UML mendefinisikan diagram-diagram dalam pemodelan berorientasi objek, diagram-diagram yang didefinisikan dalam UML :

  1. Use case Diagram

Use case diagram merupakan gambaran fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja, dan sebagainya. Seorang/sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan system untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Use case diagram dapat sangat membantu bila kita sedang menyusun requirement sebuah sistem, mengkomunikasikan rancangan dengan klien, dan merancang test case untuk semua feature yang ada pada sistem. Sebuah use case dapat meng-include fungsionalitas use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya. Secara umum diasumsikan bahwa use case yang di-include akan dipanggil setiap kali use case yang meng-include dieksekusi secara normal.

Sebuah use case dapat di-include oleh lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsionalitas yang common. Sebuah use case juga dapat meng-extend use case lain dengan behaviour-nya sendiri. Sementara hubungan generalisasi antar use case menunjukkan bahwa use case yang satu merupakan spesialisasi dari yang lain. (8,1).

  1. Activity Diagram

Activity diagrams menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behaviour internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum. Sebuah aktivitas dapat direalisasikan oleh satu use case atau lebih. Aktivitas menggambarkan proses yang berjalan, sementara use case menggambarkan bagaimana aktor menggunakan sistem untuk melakukan aktivitas.

Sama seperti state, standar UML menggunakan segiempat dengan sudut membulat untuk menggambarkan aktivitas. Decision digunakan untuk menggambarkan behaviour pada kondisi tertentu. Untuk mengilustrasikan proses-proses paralel (fork dan join) digunakan titik sinkronisasi yang dapat berupa titik, garis horizontal atau vertikal. Activity diagram dapat dibagi menjadi beberapa object swimlane untuk menggambarkan objek mana yang bertanggung jawab untuk aktivitas tertentu. (8,7).

  1. Class Diagram

Class merupakan sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).(8,5).

Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain. Class memiliki tiga area pokok yang terdiri dari, nama (dan stereotype) atribut dan metoda, atribut dan metoda dapat memiliki salah satu sifat berikut :

· Private, tidak dapat dipanggil dari luar class yang bersangkutan

· Protected, hanya dapat dipanggil oleh class yang bersangkutan dan anak-

anak yang mewarisinya

· Public, dapat dipanggil oleh siapa saja

Berikut merupakan empat hubungan yang terjadi antar class.

1. Asosiasi, yaitu hubungan statis antar class. Umumnya menggambarkan class yang memiliki atribut berupa class lain, atau class yang harus mengetahui eksistensi class lain. Panah navigability menunjukkan arah query antar class.

2. Agregasi, yaitu hubungan yang menyatakan bagian (“terdiri atas..”).

3. Pewarisan, yaitu hubungan hirarkis antar class. Class dapat diturunkan dari class lain dan mewarisi semua atribut dan metoda class asalnya dan menambahkan fungsionalitas baru, sehingga ia disebut anak dari class yang diwarisinya. Kebalikan dari pewarisan adalah generalisasi.

4. Hubungan dinamis, yaitu rangkaian pesan (message) yang di-passing dari satu class kepada class lain. (8,4).

  1. Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait). Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai response dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan. Masing-masing objek, termasuk aktor, memiliki lifeline vertikal. Message digambarkan sebagai garis berpanah dari satu objek ke objek lainnya. Pada fase desain berikutnya, message akan dipetakan menjadi operasi/metoda dari class. Activation bar menunjukan lamanya eksekusi sebuah proses, biasanya diawali dengan diterimanya sebuah message. (8,8).

  1. Collaboration Diagram

Collaboration diagram juga menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek dan bukan pada waktu penyampaian message. Setiap message memiliki sequence number, di mana message dari level tertinggi memiliki nomor 1. Message dari level yang sama memiliki prefiks yang sama. (8,9).

  1. Statechart Diagram

Statechart diagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari satu state ke state lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat dari stimuli yang diterima. Pada umumnya statechart diagram menggambarkan class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu statechart diagram).

Dalam UML, state digambarkan berbentuk segiempat dengan sudut membuat dan memiliki nama sesuai kondisinya saat itu. Transisi antar state umumnya memiliki kondisi guard yang merupakan syarat terjadinya transisi yang bersangkutan, dituliskan dalam kurung siku. Action yang dilakukan sebagai akibat dari event tertentu dituliskan dengan diawali garis miring. (8,7).

  1. Component Diagram

Component diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen piranti lunak, termasuk ketergantungan (dependency) di antaranya. Komponen piranti lunak adalah modul berisi code, baik berisi source code maupun binary code, baik library maupun executable, baik yang muncul pada compile time, link time, maupun run time. Umumnya komponen terbentuk dari beberapa class dan/atau package, tetapi dapat juga dari komponen-komponen yang lebih kecil. Komponen dapat berupa interface, yaitu kumpulan layanan yang disediakan sebuah komponen untuk komponen lain. (8,9).

  1. Deployment Diagram

Deployment/physical diagram menggambarkan detail bagaimana komponen di-deploy dalam infrastruktur sistem, di mana komponen akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal. Sebuah node adalah server, workstation, atau piranti keras lain yang digunakan untuk men-deploy komponen dalam lingkungan sebenarnya. Hubungan antar node (misalnya TCP/IP) dan requirement dapat juga didefinisikan dalam diagram ini. (8,10).

Leave a Reply